Musik Rock dan Disabilitas, Mungkinkah Terjadi?

Musik rock dan kecacatan (disabilitas) bila dilihat sepintas tampak sebagai sesuatu yang kontradiktif. Sebagai salah satu genre musik populer yang mulai dikenal luas pada pertengahan tahun ’50-an, musik rock identik dengan gaya yang atraktif dan aksi yang liar. Jadi bagaimana mungkin musik rock dapat dilakukan oleh seseorang yang menderita cacat?

Namun, jika perspektif akan kecacatan diubah menjadi sebuah anugerah, maka tentu beda jadinya. Karena ternyata ada beberapa pelaku musik rock dunia penderita cacat yang telah melegenda.

ImagePenggemar musik rock, terutama aliran heavy metal, tak mungkin tak mengenal sosok Tonny Iommi. Ia adalah pendiri band rock Black Sabbath. Siapa yang mengira Iommi ternyata tidak memiliki ujung tengah dan jari manis di tangan kanannya? Cacat ini ia dapatkan pada usia 17 tahun akibat kecelakaan dalam sebuah kecelakaan di pabrik industri. Cacat ini tidak menghalangi karier Iommi sebagai gitaris. Dengan kegigihannya bermusik, ia dikenal sebagai salah satu gitaris terbaik dunia, dan berada di urutan 25 dari 100 gitaris rock terbaik sepanjang masa versi majalah Rolling Stone.

Image

Di balik kesuksesan melegenda Def Leppard, ada sosok yang menjadi pahlawan dan inspirasi bagi seluruh pecinta musik rock di dunia. Dialah Rick Allen. Pria kelahiran 1 November 1963 ini terkenal tak hanya karena permainan drumnya yang apik, tapi juga karena dia tidak memiliki lengan kiri. Rick Allen kehilangan lengan kirinya akibat sebuah kecelakaan mobil. Lengan kirinya yang terputus sempat disambung kembali, namun akhirnya terpaksa diamputasi karena terjadi infeksi. Meskipun demikian, Rick Allen tetap menjalani karier yang mengagumkan bersama Def Leppard. Untuk mengakomodasi lengannya yang hilang, Rick Allen memiliki drum kit khusus. Fans Def Leppard menjuluki Rick sebagai “Thunder God”.

ImageSejarah musik rock dunia tak lengkap tanpa kehadiran The Beach Boys. Sebagai salah seorang pendiri band asal Hawthorne, California ini, Brian Wilson dikenal sebagai vokalis, keyboardis, dan penulis lagu. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa Brian Wilson sebenarnya tuli pada telinga kanannya. Cacat ini diduga akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya semasa kecil. Selain tuli, Brian Wilson juga diketahui pengidap schizoafektif. Tapi lagu-lagu yang ia ciptakan telah menempatkan The Beach Boys sebagai legenda musik rock yang tercatat dalam Rock dan Hall of Fame Roll.

Selain ketiga orang tersebut, masih banyak sederet pelaku musik rock yang menderita cacat. Sebut saja Michael Bolton, Phil Collins, Ian Dury, Curtis Mayfield, sampai Stevie Wonder.

Dari pengalaman mereka, sebenarnya dapat dikatakan bahwa cacat sesungguhnya adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Sebab Paradigma Social Model memandang kecacatan sebagai sebuah identitas diri seseorang. Oleh karena itu, ketika kecacatan pada seseorang ditolak dan dihilangkan, maka sesungguhnya dia telah kehilangan identitasnya. Penyair kenamaan Shakespeare mengatakan, “Tiada yang ternoda di dunia ini selain pikiran dan tak seorang pun boleh disebut cacat kecuali yang kejam.”

Bicara musik rock, Guinness di tahun 2013 ini menominasikan beberapa band rock Indonesia untuk tampil di panggung Guinness Arthur’s Day di Dublin, Irlandia. Mereka adalah J-Rocks, Netral, /rif, dan D’masiv. Pilih dan dukung band rock favorit kamu di sini!

One thought on “Musik Rock dan Disabilitas, Mungkinkah Terjadi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s