Arti Kata Allahu Akbar

Arti kata Allahu Akbar yang diyakini oleh sebagian besar umat Islam adalah Allah Maha Besar. Kata Allahu Akbar ini sangat luas dikenal. Betapa tidak, setiap hari kita mendengarkan dari menara-menara masjid di seluruh pelosok dunia. Dan kata ini dikumandangkan dengan nyaring sebanyak 30 kali dalam sehari semalam yang menjadi penanda bahwa waktu shalat fardhu telah tiba dan harus segera ditunaikan.

Image

Image: theomnireport.blogspot.com

Di dalam salat fardhu lima waktu pun, umat muslim yang melaksanakannya akan mengucapkan kalimat takbiratul ikhram Allahu Akbar sebanyak 94 kali. Bila kita menambahkan dengan salat sunnah dua rakaat, maka kalimat Allahu Akbar yang diucapkan akan menjadi sebanyak 149 kali dalam sehari semalam. Belum lagi banyak ormas-ormas Islam seperti FPI, HT, maupun para demonstran, bahkan para terhukum mati begitu nyaring dan lantang mengucapkan kata Allahu Akbar.

Tapi benarkah arti kata Allahu Akbar adalah Allah Maha Besar? Menurut para ahli agama di Indonesia sih begitu. Tapi terjemahan yang akurat menurut tata bahasa Arab yang baik dan benar, arti kata Allahu Akbar adalah “Allah Lebih Besar”. Sebab kata “Akbar” berbentuk comparative degree (ism at-tafdlil) yang berfungsi membandingkan sesuatu dalam perserikatan.

Lalu apa perbedaan dari kedua terjemahan tersebut? Bila arti kata Allahu Akbar adalah “Allah Maha Besar”, maka ini menyalahi kaidah dalam Bahasa Arab, namun benar sesuai aqidah agama. Sebaliknya, bila arti kata Allahu Akbar adalah “Allah Lebih Besar”, maka akan menyalahi aqidah agama namun benar berdasarkan kaidah bahasa. Sehingga akan muncul pertanyaan: “Apakah ada Allah yang lebih kecil?”. Menurut logika keimanan, sudah jelas bahwa tak ada yang menyamai-Nya, dan tak ada yang dapat memperbandingkan-Nya. Seperti yang tertulis dalam Surat An-Nahl (16) ayat 74:

“Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Dan Surat Al Ikhlash (112) ayat 4:

“Dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia”.

Mengingat yang menjadi masalah adalah kata “Akbar”, maka ada baiknya melihat bagaimana Al-Quran menggunakan kata tersebut agar arti kata Allahu Akbar dapat lebih jelas ditelusuri. Surat-surat Al-Quran ini dirangkum berdasarkan hasil sebuah pengajian yang pernah saya hadiri.

Surat Al Baqarah (2) ayat 217:
“Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (Akbaru) dosanya di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (Akbaru) dosanya daripada membunuh.”

Surat Al An’aam (6) ayat 78:
“Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar (Akbaru)“. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”

Surat At Taubah (9) ayat 72:
“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar (Akbaru); itu adalah keberuntungan yang besar.”

Surat An Nahl (16) ayat 41:
“Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar (Akbaru), kalau mereka mengetahui.”

Surat Al Mu’min (40) ayat 57:
“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar (Akbaru) daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Surat Al Qalam (68) ayat 33:
“Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar (Akbar) jika mereka mengetahui.”

Dan masih terdapat 15 ayat lagi di dalam Al-Qur’an dimana arti kata “Akbar” (Akbara, Akbaru, Akbari) tercantum di dalamnya, yaitu: Surat An Nissa’ (4): 153; Surat Yunus (10): 61; Surat Al Ghaasyiyah (88): 24; Surat At Taubah (9): 3; Surat Al Ahzab (32): 21; Surat Al Baqarah (2): 219; Surat Ali Imran (3): 118; Surat Al An’aam (6): 19; Surat Al Israa’ (17): 21; Surat Al Anbiyaa’ (21): 103; Surat Al ‘Ankabuut (29): 45; Surat Saba’ (34): 3; Surat Az Zumar (39): 26; Surat Al Mu’min (40): 10; Surat Az Zukhruf (43): 48.

Di dalam ayat-ayat tersebut, kata “Akbar” diterjemahkan oleh Departemen Agama dengan lebih besar. Tidak satupun kata “Akbar” yang diterjemahkan dengan “Maha Besar”.

Coba kita melihat bagaimana Al-Qur’an menyatakan predikat Maha Besar kepada Allah SWT.

Surat Al Baqarah (2): 255
“Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar (Al ‘Azimu).”

Surat Ar Ra’d (13): 9
“Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Maha Besar (Al-Kabiru) lagi Maha Tinggi.”

Surat Al Hajj (22): 62
“… Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar (Al-Kabiru).”

Surat Asy Syuura (42): 4
Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar (Al-Azimi).

Surat Al Waaqi’ah (56): 74
“Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar (Al-Azimi).”

Surat Al Haaqqah (69): 33
“Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar (Al-Azimi).

Kata “Al-Azimi/Al-Azimu” terdapat di 85 ayat Al-Qur’an, sedangkan kata “Al-Kabiru” terdapat di 19 ayat Al-Qur’an. Sehingga dari ayat-ayat yang telah dipaparkan, jelas bahwa untuk menyatakan “Allah Maha Besar”, Al-Qur’an menggunakan kata Al-Azimu/Al-Azimi atau Al-Kabira/Al-Kabiri. Dan tidak ada sekalipun kalimat “Allahu Akbar” dijumpai di dalam Al-Qur’an.

Ini sekadar penelusuran singkat dari arti kata Allahu Akbar. Banyak umat muslim yang belum memberdayagunakannya akal pikirannya secara maksimal untuk menelusuri arti kata Allahu Akbar ini.

Kesimpulannya:

Surat Yunus (10): 100
“Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.”

6 thoughts on “Arti Kata Allahu Akbar

  1. Bener sekali sholat itu mengikuti cara rasul, sehingga sholat yg diterima adalah yg mengikuti rasul, pernyataan “Menurut ahli fiqih, hanya ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang boleh diucapkan dengan nyaring dalam salat dan jika tidak maka tidak sah atau batal shalatnya. Lalu apakah itu berarti semua ibadah salat yang kita lakukan adalah tidak sah atau batal karena kita mengucapkan kata Allahu Akbar yang tidak terdapat dalam Al-Qur-an?” adalah menyesatkan….sebaiknya disebutkan ahli fiqihnya siapa?…Membahas sahnya sholat dari sudut makna kata/bahasa adalah kurang tepat.

    1. Halo, Mas Teguh. Terima kasih atas komentarnya.

      Artikel ini sebenarnya adalah ringkasan dari acara pengajian yang Pakde saya berikan kira-kira 7 tahun yang lalu. Rasanya sih tidak ada masalah membahas sahnya salat dari sudut makna bahasa. Karena menurut saya, bahasa adalah hasil rasam karya dan karsa manusia. Ini adalah sebuah ‘diskusi’ yang menarik bagi akal untuk mencerna segala sesuatunya lebih rasional, tidak asal meniru. Saya sih sebenarnya peduli setan dengan siapa nama ahli fiqih-nya. Yang penting setelah acara pengajian itu, saya jadi paham apa artinya sebenarnya dari kata “Allahu Akbar”. Huehehehe.. By the way, thanks for stopping by.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s