Di Ambang Gila

Crazy

Dalam “Kegilaan dan Peradaban”, Foucault menegaskan bahwa setiap orang itu gila. Kalau tidak, ia tetap gila dipandang dari sudut pandang lain. Mungkin yang membedakan adalah tingkat kegilaan pada setiap orang.

Jadi bukan sebuah keanehan bila tiba-tiba seseorang diseret dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Bila kegilaan seseorang membesar dan menjadi nyata, maka tidak ada pilihan lain selain merehabilitasinya untuk lepas dari gila.

Di zaman yang sama-sama gila, kehidupan semakin menggila. Praktik feodal pun juga tetap gila dan menggila. Manusia menjadi gila karena harta dan menggila karena cinta.

Ini sekedar catatan dan renungan dari seseorang yang nyaris gila, ditulis di kala jam kerja menggila, dan untuk teman-teman yang mungkin hampir gila.

 

Gambar dari sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s