Escape From Freedom: Desakralisasi Keluarga

Cinita-2

Dear Cinita.
Bila Alvin Toffler mempertanyakan makna keluarga dengan memprediksi bahwa di akhir abad 20 akan ditandai dengan makin melemahnya fungsi keluarga. Justru gue tidak perlu memaknainya. Meskipun tidak dapat dipungkiri arti keluarga semakin sulit didefinisikan, tapi bagi gue, seorang Cinita Nestiti adalah bagian dari keluarga.

Mungkin terlihat seperti sebuah proses desakralisasi, karena meleburkan makna rekan kerja, pertemanan, dan keluarga dalam satu nama.

September 2009, pertama kali kita berkenalan sebagai rekan kerja. Bertiga, rasanya tim kita menjadi tekstur unik dalam perusahaan. Tak lengkap rutinitas kerja tanpa lo dan Male. Sesekali kita memperalat kerja sesuai keinginan dan kondisi. Karena bagi kita bekerja tak hanya pemenuhan nafkah, tapi juga sebagai tempat perteduhan.

Permasalahan datang dan pergi. Bertiga menertawakannya dan menyelesaikannya sebagai solusi.

Ingatkah, Cinita? Ketika Male pergi, kita berdua mengawal tim. Dengan watak dan kepribadian yang bertolak belakang, kita tetap optimis, berobsesi besar untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Kadang kita bergantung dari keberuntungan.

Tapi pekerjaan mulai menjadi ubiquitous, (seakan-akan) terus mengikuti ke mana-mana, dan (seakan-akan) sulit dihindari untuk berhenti terjadi.

Gue mungkin pria yang selalu kalah. Dan akhirnya gue memutuskan untuk pergi meninggalkan lo, sebelum kekalahan berkali lipat didapat.

Maaf, Cinita. Mungkin gue tidak bisa menemani lo lebih lama berlayar bersama tim, memperbaiki dan mendandani tim, tapi meja kerja kita yang menjadi saksi bisu bagaimana petualangan kreativitas kita selama lebih dari dua tahun.

Tapi jalan cerita tetap sama. Lo adalah teman yang setia, serta merta anggota keluarga yang bijaksana. Seperti kata pepatah Tiongkok lama, Keluarga adalah Mutiara. Dan seperti janji gue, sejauh apapun pelaminan lo nanti, pasti akan gue sambangi jua?

Semoga sukses, Cinita. Terkadang ada penolakan dari diri gue untuk melihat lo terus bertahan dengan pekerjaan yang sama. Tapi tidak mengherankan bila justru ada jalan lain yang sedang lo kejar di sana. “Escape From Freedom,” meminjam ungkapan Erich Fromm.

Salam Hangat,

@omkit

Untuk perempuan mungil berpikiran dewasa,

Cinita Nestiti –@cinititi

#30harimenulissuratcinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s