Biarkan Intinya Ada di Hati Terdalam: Sebuah Preambule

Pakde
Tahukah, Pakde. Hampir setahun jurnal ini diabaikan. Bahkan mungkin sudah sampai pada puncak dari ekspektasi. Pertemanan kita bahkan sudah hampir menginjak dua tahun. Dan itu jauh dari pengabaian. Meski acapkali terasa utopis, tapi pertemanan kita terus tumbuh meskipun rapuh.

Ingatkah pertama kali kita berkenalan (kembali)? Dua surat elektronik (surel) darimu mengajarkan saya makna pertemanan dan bagaimana menyandarkan diri pada masa lalu hidup. Tampak klise, tapi apa yang Pakde katakan adalah benar adanya.

Mungkin selama ini hidup saya tanpa memiliki konsep yang jelas, logis, dan argumentatif. Tapi surelmu membawa cinta; sebuah paparan dari sebuah proses pengenalan dan penghayatan yang matang dari kesalahan yang terjadi pada perkenalan kita pertama dahulu.

Keskeptisan saya perlahan terkikis, nestapa pun mulai mengapresiasi. Apresiasi itulah yang mengiringi kesabaran Pakde membangun pertemanan kembali dengan saya. Pertemanan yang telah menempuh perjalanan detik demi detik, bukan instan, dipaksakan, apalagi tercipta dari sim salabim atau hocus pocus.

Lepas semua kisah putus-sambung silaturahim kita, kini saya ingin mengapresiasi ide-idemu yang luar biasa. Pakde sering memberdayakan hal-hal kecil dalam kehidupan. Hal-hal kecil yang membentuk diri. Hal-hal yang seringkali terlupakan. Hal-hal yang seharusnya dapat dimaknai dengan cinta dan ketulusan. Hal-hal yang menyatu dalam setiap tarikan nafas. Hal-hal yang seharusnya dapat melahirkan sebuah kontemplasi dan penyesalan diri sehingga hidup tak harus berakhir dengan tragis.

Sesekali, Pakde sering bemain-main dengan kejanggalan. Namun paparan-paparanmu tak perlu ada korelasi antara keyakinan, proses, dan hasil. Kau adalah kau. Karena kau tahu, tak pernah ada kesia-siaan dalam paparan-paparanmu.

Surat ini hanya preambule. Biarkan intinya ada di hati kita yang terdalam, mencoba memuncak meninggalkan jejak dalam sejarah hidup kita.

Salam Hormat,
@omkit


Untuk pria dewasa milik kita semua,
Dedi ‘Pakde’ Rahyudi — @dedirahyudi
#30harimenulissuratcinta

Gambar dari sini – Courtesy of Diki Umbara 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s