Menulis Adalah Labirin

LabyrintAda yang tahu, berapa banyak manusia di planet bumi yang menekuni profesi sebagai penulis? Atau berapa banyak orang di sekeliling kita yang melakukan kegiatan menulis? Tanpa kita sadari, sebenarnya dunia ini penuh dengan penulis. Sebab pada dasarnya semua manusia bisa menulis. Menulis merupakan kegiatan paling dasar dalam perkembangan peradaban.

Karya tulis adalah cagar budaya leluhur yang abadi sekaligus menjadi penanda pusat perkembangan masyarakat di seluruh negeri. Menulis menjadi simbol peradaban yang berisi elemen tradisi, etos kerja, kenangan dan hal-hal kemanusiaan lainnya. Tidak sedikit tulisan merupakan penyampaian kenyataan sejarah yang buram dan berdarah-darah akibat kebiadaban manusia.

Sebenarnya menulis tidak susah. Namun juga tidak semudah yang dibayangkan. Ibarat sebuah labirin, memasuki dunia tulis-menulis butuh keberanian dan semangat juang untuk terjebak dalam labirin kreasi. Namun selalu ada solusi untuk dapat menulis tanpa perlu takut terjebak dalam labirin kreasi yang berliku.

Salah satu ‘rahasia’ yang menjadi kekuatan dalam sebuah tulisan adalah detil. Detil akan mengajak pembaca untuk memasuki alam imaji dengan memaparkan keterangan-keterangan yang jelas dalam jalinan kalimat yang luwes. Sehingga setiap kalimat terasa berharga, tanpa terasa ada kekosongan yang membuat pikiran tersekat.

Proses menulis tentunya mengingatkan kita akan asal-muasal ide. Dari mana penulis mendapatkan ide? Ide merupakan titik sentral dalam proses berkelana menjelajahi tulisan. Kenangan, yang termaktub dalam pengalaman sehari-hari, kisah sedih, kisah bahagia, bahkan do’a bisa menjadi inspirasi utama dalam menulis. Kenangan merupakan sesuatu yang bisa dinikmati untuk menjaga hubungan kemanusiaan antara penulis dengan pembaca.

Menjadi penulis berarti harus siap menyadari pentingnya untuk aktif bersuara tentang kemanusiaan. Selain itu harus siap menjunjung tinggi kejujuran nurani. Sebab tulisan yang jujur bisa membawa perubahan.

Tak lupa, faktor kreativitas penting dalam mengembangkan tulisan. Tulisan yang stagnan dan tidak mengikuti perkembangan jaman, akan sulit melakukan perubahan.

Kesimpulan
Kegiatan menulis sesungguhnya menjadi semacam ilustrasi tentang dunia. Tulisan memberi nama pada semua hal di dunia, bukan sekedar memberi kata. Dengan menulis, manusia memulai kehidupannya.

Menulis merupakan sebuah tema yang menjadi pemersatu dari unit-unit terkecil dalam kehidupan. Mencoba jadi sebentuk penekanan pada perjalanan manusia menuju gerbang pemahaman akan kemanusiaan.

Menulis tidak mengenal keterbatasan. Menjadi penulis berarti memutuskan untuk tinggal di dalam suaka yang mewajibkan untuk memiliki daya juang tinggi. Menulis merupakan elemen etos kerja yang sangat dihargai dan dijunjung tinggi. Tulisan yang baik akan menciptakan kepaduan solidaritas persaudaraan yang erat, meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan isu-isu terkini, dan membuat kehidupan tak akan pernah mati.

Budaya menulis akan terus hidup di antara warna-warni kebudayaan dan peradaban manusia di seluruh dunia. Menjadi penulis adalah sebuah cita-cita mulia setiap insan untuk meraih kebebasan, kebersamaan dalam kemajemukan, dan kemerdekaan bersuara.

Jakarta 12 Oktober 2010
(Dibuat sebagai laporan saat menghadiri Citibank – Ubud Writers & Readers Festival 2010)
© bang-kit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s