Animal Farm: Ketika Babi Berkuasa

Animal_farm

“Makhluk-makhluk di luar menatap, dari babi ke manusia, dan dari manusia ke babi lagi, dan kembali ke manusia lagi; tapi sudah tidak mungkin untuk membedakan mana yang satu dan manakah yang lain”.

***

Anak-anak senang dengan fabel dan pengumpamaan sebab itu adalah cara termudah untuk menyelipkan sebuah pesan. Tak heran dari dulu sampai sekarang, orang cenderung menyampaikan sebuah kisah kepada anak-anak lewat fabel, jenis penceritaan yang mempersonifikasikan binatang. Bahkan, untuk menyelipkan pesan yang ‘berat’, kadang fabel pun tak jarang dimanfaatkan.

Animal Farm adalah salah satu masterpiece dari George Orwell yang mengguratkan sebuah ketakutan dari model negara totalitarian. Selain Animal Farm, ada 1984 yang sama populernya.

George Orwell yang bernama asli Eric Arthur Blai ini menggagas kisah Animal Farm berdasarkan pengalamannya dalam pertempuran perang saudara di Spanyol. Ia bergabung dengan satuan yang di antara anggotanya adalah Leon Trotsky, tokoh penting pada masa awal Uni Soviet. Ketika Trotsky belakangan dinyatakan sebagai musuh negara, seketika memori Orwell menggeledah semua catatan dan foto. Ia sadar betapa banyak temannya yang dipenjarakan dan dihilangkan tanpa jejak. Peristiwa-peristiwa ini direfleksikan dalam fabel Animal Farm yang terbit pada 1946. Pernah di-Indonesia-kan oleh Mahbub Djunaidi dengan judul Binatangisme.

Sekilas Animal Farm terkesan seperti sebuah buku anak-anak yang isinya sangat menggemaskan. Namun, kelugasan dan kesederhanaan ceritanya menghantarkan kita kepada pemaknaan yang dalam. Dikisahkan, telah terjadi pemberontakan sebuah tanah pertanian oleh para satwa yang menghuni pertanian ini. Sebab semua satwa yang ada di peternakan ini memendam kebencian terhadap pemiliknya yang jahat bernama Jones. Dipimpin oleh dua babi bernama Napoleon dan Snowball, mereka mengusir Jones, mengambil alih pertanian dan menjalankannya tanpa campur tangan dari luar hanya untuk satwa di seluruh Inggris.

Namun, beberapa tahun kemudian timbul masalah. Terjadi perpecahan di tingkat pemimpin, yang lalu meletupkan bentrokan keras di antara dua pemimpin paling vokal, Napoleon dan Snowball. Jargon persamaan di antara semua satwa menjadi tak jelas begitu satwa yang berkuasa menganugerahi diri mereka sendiri dengan suatu sebutan kehormatan. Akhirnya, sistem eksploitasi baru pun muncul.

Apa ada yang menyadari bahwa suguhan kisah dalam Animal Farm adalah cermin pengalaman rakyat Rusia selama masa revolusi? Ya– Inilah sebuah bentuk satirme politik yang menghunjam.

Awalnya draft novel ini sama sekali tak dilirik oleh penerbit di Inggris dan Amerika Serikat. Dianggap tak populer dan bukan jamannya lagi bercerita tentang binatang.

Tapi semuanya terbukti keliru. Buku itu akhirnya terbit dan sukses di Inggris, sepekan setelah pengeboman di Hiroshima. Orwell menjadi terkenal bahkan memperoleh pendapatan berlipat

Saya berikan bintang empat untuk buku yang luar biasa ini karena mengajak kita menertawakan dunia politik yang busuk dalam fabel yang lucu dan menggemaskan. Tak salah bila novel ini disebut-sebut oleh banyak kritikus sebagai salah satu novel terbaik sepanjang masa.

(Ditulis 2 Oktober 2007)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s