Makna Kesetiaan

Leave a comment

October 10, 2012 by omkit

Makna kesetiaan perlahan terlupakan. Tak hanya jadi ‘barang langka’, tapi makna kesetiaan seakan tak lagi digemari.

Photo courtesy of http://www.jroper.co.uk

Faktor tak populernya makna kesetiaan adalah karena sebagian besar manusia menyikapi makna kesetiaan sebagai keterikatan ruang gerak. Lebih dari itu, makna kesetiaan bagi mereka adalah sebuah bentuk kepasifan. Wajar saja jika kini banyak ditemukan fenomena yang menggambarkan betapa sulitnya menghidupi bahkan memahami makna kesetiaan.

Selain itu, terkikisnya makna kesetiaan adalah akibat sifat dasar manusia yang cepat bosan. Meskipun lumrah dan humanis, namun rasa bosan terbukti paling sering menghancurkan kebersamaan. Kebutuhan akan ruang gerak yang luas dan bebas pada akhirnya membuat manusia takut untuk menerapkan konsep kesatuan pun kebersamaan. Dengan konsep kesatuan, mereka ragu apakah aktualisasi dirinya bisa dikembangkan secara optimal.

Contohnya, sepasang suami-istri setiap hari harus bertemu dengan wajah yang sama, mengerjakan rutinitas harian yang sama, harus melihat lagi kelemahan dari pasangan, harus sering bertengkar, dan lain sebagainya. Akhirnya, mereka memilih untuk mencari ‘dunia yang lebih baik’ dengan melarikan diri dari realita.

Sangat disayangkan bahwa manusia menjadi takut akan kesetiaan. Mereka lebih suka memimpikan pasangan yang setia ketimbang berjuang merawat kesetiaan dan memahami makna kesetiaan itu sendiri. Itulah yang menyebabkan lahirnya banyak penyakit mental.

Dengan semakin sulitnya manusia memahami makna kesetiaan, kehidupan manusia akan menghadapi masalah besar. Selain itu, manusia akan kesulitan bertahan hidup. Tak lain karena mereka kehilangan kemampuan meneguhkan hati. Sebab makna kesetiaan secara fundamental adalah bentuk keimanan kepada Sang Pencipta. Dengan pudarnya sinyal-sinyal kehadiran Tuhan di dalam hati manusia, artinya manusia telah kehilangan segala-galanya. Kesetiaan membuat seseorang menjadi responsif, sedangkan mereka yang melupakan makna kesetiaan akan menjadi reaktif.

Penanaman makna kesetiaan dalam hati akan melahirkan pribadi yang setia, tegar bertahan, dan tidak tega membiarkan seseorang sendirian menghadapi badai. Karena kesetiaan bukan aturan dan tugas, tapi bentuk dinamisasi yang berorientasi. Ia adalah kesediaan untuk bersama-sama menapaki jalan menuju cita untuk tetap menjaga semua janji yang pernah diucapkan, terlepas dari seribu satu perubahan. “Hanya manusia setia yang mempunyai masa depan”, demikian ujar seorang filsuf Otto F. Bollnow.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: